TRENDING

Waspada Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S di Wilayah Indonesia

3 menit membaca
Ernita Desyanti

Jakarta | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKkonfirmasi adanya peningkatan status Bibut Siklon 91 S di Samudra Hindia barat daya Lampung telah menjadi Siklon Tropis Bakung, sejakpukul 19.00 WIB, Jum’at (12/12/2025).

Hasil analisis BMKG, Siklon Tropis Bakung memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan sekitar sistem mencapai 1000 hPa dan bergerak ke arah barat daya, menjauhi wilayah Indonesia.

Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG menjelaskan, meskipun demikian, tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi gelombang tinggi dalam satu hingga dua hari ke depan. BMKG mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebagai antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Berdasarkan hasil pemantauan, dalam beberapa hari terakhir BMKG telah menyampaikan peringatan dini secara bertahap dan berkelanjutan kepada masyarakat serta sektor terkait,” kata Faisal dalam Konferensi
Pers.

Dalam 24 jam ke depan (13 Desember 2025), kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Bakung diprediksikan meningkat menjadi 55 knot (100 km/jam) menunjukkan peningkatan intensitas menjadi sistem siklon kategori dua dengan tekanan angin di sekitar sistem mencapai 988 hPa dan pergerakan ke arah barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia.

Dampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia, adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian Bengkulu, Lampung, dan Banten. Angin kencang berpotensi terjadi di Bengkulu dan gelombang tinggi (125-2.5 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, dan Selat Sunda bagian selatan.

Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, meminta masyarakat untuk mewaspadai perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang saat ini masih terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara, tepatnya berada di sekitar 12.0°LS 15.8°BT. Hasil analisis BMKG, 935 diprediksi bergerak perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan dalam periode 24 hingga 72 jam kedepan masih berpeluang rendah untuk berubah menjadi siklon tropis.

“Secara tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Yaitu, hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi di pesisir selatan Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara,” kata Guswanto.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan melihat potensi dampak tidak langsung dari siklon Tropis Bakung serta keberadaan sistem Bibit Siklon 93s, BMKG merekomendasikan masyarakat di wilayah terdampak tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat,
angin kencang, serta gangguan aktivitas harian yang dapat terjadi terutama di lokasi yang rawan.

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak dianjurkan memantau informasi terkini BMKG dan arahan mitigasi BPBD setenpat, serta membatasi aktivitas di luar ruangan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *